Pariwisata Indonesia

May 13, 2008

Beberapa menit yang lalu saya menonton acara TV America’s Top Model edisi final. Saya sempat ‘heran’ dengan pilihan ‘panitia acara yang menentukan bahwa Thailand adalah negara pilihan untuk show off model edisi final. Kenapa Thailand? Mungkin tidak hanya acara tersebut yang menggunakan negara-negara Asia khususnya Asean selain Indonesia sebagai tempat pilihan. Negara-negara yang dituju biasanya seputar Thailand, Vietnam dan Singapore.

Pertama; Dari segi keindahan alam. Saya sangat yakin Indonesia memiliki lebih dari seribu keindahan daripada ketiga noegara tersebut.

Kedua; Dari segi budaya. Indonesia sangat jauh lebih banyak mempunyai kebudayaan-kebudayaan daerah yang mempunyai karakteristik yang sangat memukau.

Ketiga; Dari segi fasilitas. Walaupun mungkin masih kalah bila dibandingkan Singapore, paling tidak dengan Thailand kita tidak terlalu jauh tertinggal.

Keempat; Dari segi promosi/ pengenalan negara. Mungkin dari satu segi ini, kita sangat jauh tertinggal dengan ketiga negara Asean tersebut. Walaupun Indonesia tahun ini mulai mencanangkan Visit Indonesia Year 2008, tapi sepertinya hal itu belum terlalu efektif.

Mengenai Visit Indonesia Year 2008, saya cukup tertawa dalam hati bila mengetahui ada seseorang yang mengaku berwarga negara Indonesia tetapi dia tidak mengenal bahkan belum pernah mendengar motto tersebut. Apakah ini kesalahan WNI tersebut yang tidak pernah update informasi tentang Indonesia? ataukah Pemerintah Indonesia sendiri yang belum optimal mempromosikan hal tersebut? Bayangkan saja, WNI yang ada dalam negeri tidak tahu tentang hal ini apalagi WNI yang sedang ada di luar negeri atau WNI baikyang di luar atau di dalam negeri aja tidak tahu apalagi orang asing. Bila di logika secara mentah, hal itu sangat mungkin terjadi dan satu-satunya cara adalah menggencarkan ajang promosi pariwisata kita.

 Dana yang harusnya untuk promosi Bidang Parawisata mungkin lebih banyak disektorkan untuk pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Tetapi nyatanya, masyarakat juga tak kunjung sejahtera dan uang pendidikan justru semakin mahal. Yang ada justru Pejabat Dewan meminta segudang fasilitas dengan dana yang entah diambil darimana.

Saya pribadi sangat penasaran dengan masa depan Pariwisata Indonesia. Promosi negara yang tersendat-sendat ditambah masih banyaknya image buruk tentang Indonesia yang beredar di kalangan mancanegara. Sektor Parawisata yang harusnya menjadi nilai lebih Indonesia dan sumber devisa negara yang tak ternilai mungkin akan menjadi satu hal yang tak terlalu dipikirkan oleh pemerintah dan akibatnya Indonesia semakin terpuruk dengan dirinya sendiri.