Budaya Bermaafan

September 23, 2009

Pernah dengar tidak ada yang mengatakan bahwa budaya bermaafan saat lebaran hanya ada di Indonesia?

Dan kabar itu memang sangat benar. Berbagai muslim di umat dunia selain Indonesia tidak mengenal budaya saling bermaafan seperti di Indonesia. Saya pikir sebenarnya tidak ada yang salah dengan budaya bermaafan di saat Idul Fitri tetapi ada yang perlu diluruskan yaitu opini masyarakat tentang budaya ini.

Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang beruntung yang tahu bahwa bermaafan di saat Idul Fitri itu adalah suatu budaya bangsa yang turun menurun dan POSITIF bukan suatu kewajiban maupun keharusan agama. Agama mengajarkan untuk selalu meminta maaf bila sadar telah melakukan kesalahan dan memaafkan bila ada yang memohon maaf dan tidak harus menunggu Idul Fitri. Kita tidak harus menunggu satu tahun untuk meminta maaf kepada orang lain, bukan?

Secara pribadi, pola pikir seperti ini akhirnya bisa membantu saya secara perlahan keluar dari perasaan gengsi, malu maupun takut saat sadar melakukan kesalahan tanpa harus menunggu lebaran. Lebaran memang moment yang pasti ditunggu oleh seluruh umat muslim di dunia tetapi siapa tahu hidup kita habis kontrak sebelum lebaran tahun depan atau malah sebelum ramadhan (naudzubillah min dzalik).

Jadi, daripada menumpuk dosa dan salah sampai Idul Fitri tahun depan mendingan kita mulai belajar untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Itu!