Dari saya kecil, saya hampir tidak pernah mempunyai berat ideal yang disesuaikan dengan tinggi saya. Hampir semua orang bilang saya kurus, cengkring (bahasa jawa) dan terlihat penyakitan. Makan banyak dan bergizi, tidur cukup serta berusaha tidak terlalu banyak beraktivitas sudah saya lakukan tetapi berat tubuh saya tidak bisa tambah juga. Waktu itu tubuh ini rasanya terlalu rapuh dan pasti mudah limbung bila ada tiupan angin meskipun tidak terlalu kencang.

Dan saat beranjak mulai dewasa (umur 17 thn-an) saya sedih karena dapat dibilang saya tidak sexy sama sekali. Orang tua saya hanya menghibur dengan mengatakan ” La, kamu ki wis kaya model. Model ki yo kurus-kurus ngono, ga terlalu lemu.Wis pede ae lah” (Kamu itu sudah kaya model. model itu juga kurus-kurus seperti kamu, tidak terlalu gemuk. Sudahlah, kamu percaya diri aja).

24533257491.jpg

Waktu berjalan, akhirnya saya kuliah di salah satu kota budaya di Indonesia. Pertemuan saya dengan orang-orang dari daerah yang berbeda-beda membuat wawasan saya bertambah termasuk dalam hal makanan, olahraga dan kegemukan. Tetap saja teman-teman baru saya mengatakan saya paling kurus bila dibandingkan teman-teman yang lain. Berbagai saran untuk menambah berat badan diberikan oleh teman-teman, mulai dari makan yang teratur dengan 4 sehat 5 sempurna, olahraga (aerobik dan body language) untuk membentuk badan supaya lebih sexy serta tips untuk menikmati hidup dengan tidak mudah stress sehingga badan ini terasa lebih segar dan bertambah berat.

kemudian…