Tongkrongan Asik

June 12, 2008

Beberapa waktu lalu saya merengek-rengek pada suami saya untuk nongkrong di suatu tempat di malam hari. Saat itu saya benar-benar rindu suasana Jogja yang asyikdi malam hari dengan banyak anak muda yang nongkrong sambil “leyeh-leyeh”. Suasana Jalan Malioboro dan Boulevard UGM benar-benar suasana yang tidak akan terlupakan dalam hidup saya. Sepertinya, refreshing tanpa duit sepersepun itu cukup membuat diri saya sangat terhibur.

Tapi alangkah sedih hati saya saat suami bilang, “Ga ada tempat yang seperti itu”.

“Masak ga ada sih?”.

“Iya, ga ada. Orang-orang disini jarang sekali yang tongkrongan di jalan kaya Jalan Malioboro gitu malam-malam”.

“Kalau di Park gimana?”.

“Yaa, kalau di park sih, biasanya orang-orang olahraga disitu. Ada satu dua orang yang duduk, tapi kalau malam ya pada pulang semua”.

“Di pertokoan gitu kek, yang orang-orang pada duduk di luar sambil ngobrol-ngorol. Aku benar-benar lagi kangen sama suasana Jogja”.

Rasa kangen saya benar-benar tidak dapat terbendungkan hingga tak sadar saya meneteskan air mata.

“Kalau di pertokoan gitu memang ada orang yang duduk-duduk disitu tapi mereka biasanya tidak nongkrong, hanya nunggu orang yang sedang belanja. Kalau di depan restoran, ada juga yang duduk-duduk disitu tapi mereka harus membeli makan dulu baru bisa tongkrongan, itupun kalau ada tempat kosong”.

“Aku hanya ingin nongkrong, tidak ingin makan”. Tak sadar, air mata ini tambah besar volumenya:(.

” Sayang, Maryland adalah bagian Amerika yang dapat julukan state keluarga karena disini sebagian besar adalah orang-orang berkeluarga dan jarang anak muda. Kalaupun mereka butuh refreshing, mereka cenderung mencari tempat-tempat yang pasti akan memberikan hiburan seperti club, restoran, game station atau bilyard centre. Beda dengan orang Indonesia yang lebih suka ngobrol ngalur-ngidul atau nongkrong tanpa tahu tujuannya apa dan dengan siapa. Orang-orang sini tidak suka ngobrol ngalur ngidul dan melakukan kegiatan yang tidak ada tujuan tertentu ”.

Penjelasan suami saya sudah tidak nyangkut di telinga. Saya benar-benar tak mau tahu bagaimana orang sini, bagaimana orang Indonesia. Yang pasti saya hanya ingin pergi ke suatu tempat nongkrong yang asik. Benar-benar kangen Jogja….