Kehidupan masyarakat yang individual ala Amerika;
1. Tak kenal satupun tetangga rumah
2. Tak pernah bertamu satu kalipun ke masyarakat sekitar
3. Tak ada Pak Lurah, Bu Lurah, apalagi Pak and Bu RT
4. Butuh apapun, call 911 adalah pilihan terbaik daripada minta tolong tetangga
5. Tak ada satupun acara rame-rame se-perumahan atau se-wilayah kampung
6. Tentu saja tak ada ronda dan pos ronda, kalau ada maling urusan masing-masing rumah
7. Pakai baju model apapun, terserah, tak ada yang peduli
8. Ada kelainan fisik bentuk apapun, tak ada satupun yang melihat dengan sorotan mata aneh/ kasihan (seperti di Indo)
9. Mobil mogok? call 911 atau panggil mobil derek adalah pilihan lebih bijak daripada meminta tolong orang buat mendorong mobil. cttn: Mobil Derek bisa dibayar pakai Credit Card (kalau ga bawa cash), jadi ga perlu khawatir.
10. Tak kenal temen satu kelas atau satu ruang sekolah adalah hal biasa
11. Tak peduli orang itu muslim, kristen, katolik, atheis
hmm….
apalagi ya?
banyak bgt deh hawa-hawa individualism disini. Dijamin privacy anda bakal terjaga total:).

yulia usmadi said,
June 5, 2008 @ 5:26 am
hwakakakakakakakaka kalo baca ceritamu ini ga tau kenapa aku jadi merindukan suasana gamol yang akrab dan hangat. meskipun kita bakal kena tatapan2 menghakimi kalo ada sedikit aja kesalahan yang kita perbuat. tapi paling ga, kita bisa merasakan kehangatan karena diperhatikan, dan sadar atau tidak mereka begitu karena mereka PEDULI. iya ga? meskipun emang kadang kepedulian mereka terlalu berlebihan dan membuat kita jadi risih hehe,,
ah ya berarti ada satu perbedaan besar antara di us dan di indo: kalo di Indo, ada apa2 mendingan minta tolong tetangga ato orang yang ada disekitar kita. kalo sama polisi, repot!!
;p
hasnabulan said,
June 5, 2008 @ 9:08 pm
Bener yul, di indo kl panggil polisi bisa berjam-jam kita nunggu, bisa-bisa kita mati duluan sblm polisi dtg, hehe, blm lagi kt mesti nyediain ongkos lebih untuk bayar plus ke polisinya:).
Waajh, ak jd kangen jg suasana Gamol yg kt mesti pasang senyum kemana-mana…hehe, senyumny jd ga ikhlas:).
Bayu said,
August 26, 2008 @ 8:12 am
Barangkali lebih baik daripada ngurusin orang melulu dan ngegosip yang akhirnya nggak produktif.
Terbukti di negri paman Sam sudah memproduksi yang bermafaat buat orang banyak
hasnabulan said,
August 27, 2008 @ 7:09 pm
iya, bener banget. Mereka bahkan mungkin tak mengenal kata gosip.
LOL
Nadia said,
November 25, 2008 @ 2:06 am
Wah banyak lagi orang sini yg deket ama tetangga, ada bu/pak lurah, dst.
Disini ada namanya Home Owner’s Association dan disitu ada Board of Trusteenya. Nah BOT itu termasuk Bu/Pak lurah sebuah perumahan. Setiap minggu mereke mengadakan meeting untuk membahas semua urusan di perumahan mereka dari masalah perkebunan, masalah traffic speed, masalah genteng, dst untuk memperbaeki dan mempercantik daerah mereka.
Dan tradisi lama perumahan sini adalah kalo orang baru datang, suka di kasih sebuah “Housewarming” gift. Not all neighborhoods, mind you, tapi banyak juga. Dan tetangga suka saling kenal, bahkan saling berteman. Sampe datang ketuk aja trus masuk hanya untuk anaknya pake kamar mandi.
Trus di beberapa perumahan juga, ada neighborhood festivities untuk penghuni2 perumahan itu.
Memang tak ada ronda2an tetapi ada istilah Neighborhood Watch dimana para tetangga was2. Waktu baru pindah, tetangga sebelah melaporkan bahwa ada dua dua laki2(suami dan sepupunya) yg mengambil kursi yg kita taru di depan rumah hehe
Jadi kayaknya tergantung perumahan itu atau bagaimana kita terbuka ama para tetangga. Di perumahan lama, memang gak ada association apa atau neighborhood watch tetapi ada beberapa tetangga yg terbuka ama kita sampe juga was2 sampe pas ada kebakaran di luar rumah kita di hubungi supaya kita telpon 911 karena terjadi di bagian tiang listrik. Pas adsa perempuan yg di gangguin di jalanan, tetangga depan dan suami keluar untuk menegor.
So again, I feel it really depends. American do embrace individualism but they also embrace being part of a community.
hasnabulan said,
November 26, 2008 @ 3:04 am
Wow. Your explanation is long and very clear!
Thank you very much Nadia^-^.
Sayangnya, di tempat yang kami tinggali sekarang tak ada satupun yang mirip dengan apa yang Nadia ceritain. Disini tidak/belum pernah pertemuan antar tetangga. Saya juga belum pernah merasakan pindahan rumah, jadi belum pernah ngerasain Neighborhood Watch, hehe. And, I really don’t know about our Neighborhood (even her/his name, their job etc). So I just wrote what I feel.
Semoga saja suatu hari bisa dapat tempat tinggal di sekitar American yang sangat peduli tetangga ya.
nadia said,
November 30, 2008 @ 11:51 pm
oh it took us a while too! di tempat lama juga sangat individualis. dan itu sangat berbeda buat aku karena dulu di West Virginia waktu kecil, tetangga kenal tetangga, anak2 maen di luar, pas halloween rame banget. eh di neighborhood lama dieem sekali! bener2 susah menemukan suasana itu disini, dan kita sangat bersyukur menemukan demikian di daerah sekarang walo gak sempurna. hehe
what I found after moving here is that though the area we live in has a huge part in how our neighbors are, we also have huge roles in establishing/creating relationship with our neighbors.
That is something I am working on too, as I do like my privacy lol tapi berhubung ada si kecil, sangat baek kalo kita deket ama tetangga. again, another work in progress lol
hope you’ll feel better soon!!